Tutorial Mikrotik: Cara Membatasi Kecepatan Internet dengan Simple Queue
Setelah konfigurasi dasar Mikrotik berhasil, langkah selanjutnya adalah mengatur kecepatan internet pengguna agar koneksi stabil dan adil.
Pada tutorial ini, kita akan menggunakan Simple Queue, metode paling mudah dan cocok untuk jaringan WiFi rumahan maupun ISP kecil.
1. Kenapa Perlu Pembatasan Bandwidth?
Tanpa pembatasan:
-
1 pengguna bisa menghabiskan seluruh bandwidth
-
Pengguna lain jadi lambat
-
Jaringan terasa tidak stabil
Dengan Simple Queue:
-
Setiap pelanggan dapat jatah kecepatan
-
Jaringan lebih adil
-
Keluhan pelanggan berkurang 😄
2. Mengetahui IP Client
Masuk ke:
Catat IP client, contoh:
3. Membuat Simple Queue
Masuk ke:
Klik + (Add)
Isi:
-
Name: Pelanggan-01
-
Target: 192.168.1.10/32
-
Max Limit: 5M/5M
(Download / Upload)
Klik Apply → OK
4. Tes Kecepatan
-
Jalankan Speedtest di HP/laptop client
-
Pastikan kecepatan sesuai limit
-
Jika sesuai → sukses 🎉
5. Tips Setting yang Aman
| Paket | Max Limit |
|---|---|
| 5 Mbps | 5M/5M |
| 10 Mbps | 10M/10M |
| 20 Mbps | 20M/20M |
Gunakan nilai realistis, jangan pas-pasan dengan bandwidth total.
⚠️ Kesalahan Umum
❌ Lupa /32 di IP
❌ Salah interface
❌ Overlimit bandwidth
Kalau internet mati → cek NAT dulu (Tutorial Part 1).
Simple Queue sangat cocok untuk:
-
WiFi rumahan
-
RT/RW Net
-
ISP kecil
Untuk jumlah pelanggan banyak, disarankan menggunakan metode lanjutan seperti Queue Tree atau Hotspot User.
Komentar
Posting Komentar